Freelance team warta bengkel cargo lift

Duh..!!!, Ini Sebabnya, Surabaya Masuk Lagi Ke Zona Merah Setelah Semingguan Berada di Zona Orange


 
Duh..!!!, Ini Sebabnya, Surabaya Masuk Lagi Ke Zona Merah Setelah Semingguan Berada di Zona Orange 

News Bengkel Cargo Lift Surabaya - Pada minggu lalu, masyarakat Kota Surabaya cukup "sumringah" saat pemerintah pusat mengeluarkan Kota Pahlawan ini dari Zona Merah. Hal tersebut menunjukkan bahwa penanganan Virus COVID-19 yang dilakukan oleh semua pihak sudah berjalan pada rel yang benar. Namun. masuknya Kota Surabaya ke dalam Zona Orange ini tidak lantas membuat kasus penambahan pasien Positif COVIOD-19 berhenti. Ternyata setiap harinya masih saja ditemukan pasien yang terpapar oleh Virus Corona tersebut.

Hal inilah yang kemudian membuat Kota Surabaya harus rela untuk masuk lagi ke dalam Zona Merah, yang artinya resiko penularan Virus Covid-19nya sangat tinggi. Masuknya Kota Surabaya ke dalam Zona Merah lagi tentunya sangat disayangkan, mengingat sudah sekitar sembilan hari Kota Pahlawan ini bertahan di Zona Orange. 

Dari peta sebaran resiko yang dimiliki oleh pemerintah pusat, yaitu https://covid19.go.id/peta-risiko, dari seluruh wilayah Jawa Timur, hanya ada dua daerah yang menyisakan Zona Merah, yaitu Kota Surabaya dan Sidoarjo. Padahal semua daerah lain sudah dalam posisi Zona Orange dan Zona Kuning. Sedangkan untuk keseluruhan Pulau Jawa selain Kota Surabaya dan Sidoarjo, terdapat DKI Jakarta dan Depok yang masih masuk ke dalam Zona Merah.

Sebenarnya para ahli sudah mengingatkan mengenai rentannya Zona Orange bagi Kota Surabaya. Karena hal ini bisa sewaktu-waktu berubah menjadi Zona Merah di keludian hari. Dan rupanya hal itu terjadi saat ini, yaitu Kota Surabaya masuk lagi ke dalam Zona Merah. 
Saat itu pada  acara Expose Publik tentang Survey Pencegahan dan Pengendalian Pandemi Covid-19 Surabaya Raya di Balai Kota Surabaya lalu, dr Windhu Purnomo selaku Pakar Epidemiologi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya  menyebut ada potensi kalau Kota Surabaya bisa kembali menjadi Zona Merah. Hal ini karena wilayahnya yang berdekatan dengan Sidoarjo. Sedangkan saat itu diketahui kalau Sisoarjo masih masuk dalam Zona Merah.
 
"Sidoarjo masih Zona Merah. Jangan sampai Kota Surabaya dilunturi oleh Sidoarjo dan bisa jadi merah lagi," terang Windhu.

Pergerakan masyarakat antara kedua kawasan (Kota Surabaya dan Sidoarjo) yang cukup tinggi, diduga menjadi penyebab kedua kawasan ini masih masuk dalam Zona Merah.

Berdasarkan Peta Sebaran resiko yang ada, terdapat 26 daerah yang masuk ke dalam Zona orange, yaitu Nganjuk, Kabupaten Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Kota Madiun, Banyuwangi, Gresik, Sumenep, Kota Malang, , Kabupaten Pasuruan, Pacitan dan Lamongan.

Kemudian ada , Kota Mojokerto, Kota Probolinggo, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Kediri, Kabupaten Malang, Jember, Ngawi,Kota Pasuruan, Magetan,  Tuban, Kota Batu, Jombang, Kabupaten Mojokerto serta Kota Blitar.

Sedangkan uang sudah masuk ke dalam zona kuning adalah Bangkalan, Ponorogo Pamekasan, Trenggalek, Madiun, Kota Kediri, Situbondo, Kabupaten Sampang, Tulungagung, dan Lumajang. (yyan)