Freelance team warta bengkel cargo lift

GAWAT....Saat 21 Sekolah SMP Akan Dibuka, Puluhan Guru Dinyatakan Reaktif

GAWAT....Saat 21 Sekolah SMP Akan Dibuka, Puluhan Guru Dinyatakan Reaktif

News Bengkel Cargo Lift - Saat ini hampir semua siswa diseluruh Indonesia masih menjalani proses belajar - mengajar secara Online/Daring. Hal ini mengingat bahwa Virus COVID-19 masih terus mengancam kesehatan manusia, terutama bagi anak-anak yang cukup rentan untuk tertular. Namun, belajar secara online tentu saja infrastruktur berupa gadget, kuota internat maupun kekuatan sinyal haruslah tersedia dengan baik. 
 
Kondisi ini rupanya juga dialamo oleh para siswa yang ada di Kota Surabaya. Keterbatasan ekonomi dari orang tua siswa saat Pndemi Corona seperti ini tentu saja mambuat sebagian orang tidak mampu untuk membelikan HP untuk anaknya, apalagi kuota internet yang tiap bulan bayarnya tidak bisa dibilang murah.

Untuk mengatasi hal tersebut, makannya Pemkot Surabaya berinisiatif untuk membuka sekitar 21-an gedung sekolah untuk melakukan proses belajar secara tatap muka. Tentunya nanti akan dilakukan verifikasi sekolah mana saja yang bisa diuka bagi siswa untuk memulai proses belajar mengajar. Selain itu sisitim protokol kesehatan juga akan diterapkan secara ketat agar tidak ada siswa yang nantinya tertular oleh Virus COVID-19.

Guna memaksimalkan pembukaan ke 21 Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini, maka Pemkot Surabaya melakukan pemeriksaan Rapid Test terhadap 748 Guru Sekolah se-Kota Surabaya. Rapid Test massal ini difasilitasi oleh Dinas Kesehatan Kota Surabaya dan bertempat di GOR Pancasila yang berlokasi di Jalan padmosusastro Wonokromo Kota Surabaya. 

Dari 748 Guru SMP ini, 652 diantaranya adalah warga Kota Surabaya, sedangkan sisanya yang berjumlah 96 orang adalah warga di luar Kota Surabaya, namun mereka mengajar di SMP Surabaya. Rapid Test Massal yang dimulai pada pukul 07.00wib ini berlangsung dengan protokol kesehatan yang ketat. Acara ini akhirnya bisa selesai tepat waktu, yaitu pukul 17.00wib.
 
Hasil dari Rapid Test massal ternyata sangat mengejutkan, karena puluhan Guru dinyatakan Reaktif setelah diperiksa. Jumlah guru yang dinyatakan reaktif ini totalnya berjumlah 65 orang. Puluhan Guru yang dinyatakan Reaktif ini akhirnya dilakukan SWAB Test di tempat yang sama. Mereka lalu ditempatkan pada sebuah hotel untuk dikarantina sembari menunggu hasil SWAB test-nya keluar.

Harapannya para tenaga pengajar yang Reaktif ini saat dilakukan SWAB test hasilnya negatif, sehingga proses pembukaan sekola SMP ini bisa berjalan dengan lancar. 

Irvan Widyanto, selaku Kepala BPB Linmas Kota Surabaya juga menegaskan bahwa semua petugas yang bertugas telah dilakukan sterelisasi dengan penyemprotan desinfektan, begitu juga dengan pengelolaan sampah medis dan non mediasnya. (yyan)