Freelance team warta bengkel cargo lift

Mengenal Mobil "Hantu" Icar Dikawasan ITS Surabaya





Mengenal Mobil "Hantu" Icar Dikawasan ITS Surabaya

News Bengkel Cargo Lift  - Semakin majunya perkembangan jaman, membuat semua teknologi yang ada juga semakin canggih. Seperti halnya teknologi transportasi mobil. Mobil pertama yang masuk di Indonesia adalah buatan dari Mercedez Benz. Mobil ini dimiliki oleh paku Buwono ke-10. Karena pada saat itu semua kendaraan masih ditarik dengan kuda, oleh masyarakat mobil milik Susuhunan Surabakarta ini di sebut Kereta Setan. Hal ini karena tanpa kuda, kereta tersebut masih bisa berjalan. Pada saat itu (1894) mobil tersebut bentuknya memang masih menyerupai kereta cikar/dokar.  

Setelah sekian tahun lamanya, saat ini Kampus ITS-Surabaya memperkenalkan mobil supercanggih yang mampu berjalan sendiri tanpa ada sopir yang mengendalikannya. Mobil ini akan membawa penumpangnya ketempat tujuan, tanpa penumpangnya harus sudah-susah memperhatikan kondisi jalan. Hal ini dikarenakan mobil buatan arek-arek ITS mampu membawa penumpangnya dengan selamat dan aman sampai ke tujuan.

Mobil yang bernama ICar ini memiliki dua keunggulan yang dibutuhkan oleh mobil-bobil dimasa depan. Keunggulan tersebut adalah berbahan bakar listrik dan memiliki teknologi tanpa awak. Teknologi tanpa Awak ini bisa berjalan karena pada mobil yang bentuknya mirip mobil golf ini telah ditanamkan Artificial Intelligence (AI). Dengan teknologi ini, mobil bisa berjalan dan menghindar apabila ada hambatan didepannya.
Dalam jangka pendek ini ITS akan memanfaatkan Icar sebagai mobil pengantar mahasiswa dari satu titik ke titik lainnya. Jadi bisa digunakan sebagai mobil shutle didalam kampus. Kedepan, mobil ini akan bisa dipanggil melalui handphone, sehingga benar-benar memanfaatkan teknologi secara maksimal. 
 
Pada Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 75 kali ini Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berkesempatan untuk mencoba Icar secara langsung. Duduk dikursi penumpang, Wali Kota Risma terlihat sangat menikmati perjalanannya mengelilingi taman alumni ITS. Meskipun sempat terjadi insiden, yaitu mobil tiba-tiba berhenti dan melakukan pengeriman mendadak. 

Hal tersebut terjadi karena ada awak media yang hendak mengambil foto, berdiri di tengah lintasan Icar. Hal ini membuat mobil otonomus tersebut melakukan tindakan pengamanan dengan melakukan pengereman. 

Kedepan ITS akan mengembangkan mobil ini lebih dari sekedar prototype. Semuanya akan diperbagus lagi terutama untuk fitur-fiturnya. Harapannya Icar ini bisa segera di buat secara massal dan bisa diperoleh masyarakat, seperti halnya motor listrik Gesits yang saat ini menjadi tunggangan wajib dari Wali Kota Risma. (yyan)